Pengurus UKM Pagar Nusa UTM Resmi Dilantik, Diharapkan menjadi Motor Prestasi dan Penguatan SDM


Bangkalan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Pagar Nusa Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) resmi melantik pengurus baru periode 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) lantai 3 UTM, Kamis (09/04/2026).  

Pembina UKM Pagar Nusa UTM yang juga Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) UTM, Badrud Tamam, menegaskan pentingnya menjaga tradisi prestasi. Ia menargetkan capaian minimal 20 prestasi tingkat regional maupun nasional dalam satu periode kepengurusan. Selain itu, ia menyoroti beberapa hal strategis yang perlu menjadi perhatian, di antaranya penguatan latihan dan penyamaan jurus, pengembangan program pengabdian, inovasi branding organisasi, serta pembenahan manajemen dan peningkatan disiplin kader.

Usai Dilantik, Pagar Nusa UTM Bangkalan Diminta Giat Bidik Prestasi “Program kerja harus progresif dan berdampak. Status sebagai UKM menuntut pengelolaan yang serius dan profesional,” ujarnya 

Sementara itu, Ketua PCNU Bangkalan, KH Makki Nasir, menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap Pagar Nusa UTM. Ia menekankan bahwa pencak silat tidak hanya membentuk kekuatan fisik, tetapi juga membangun manusia secara utuh. Menurutnya, manusia terdiri dari lima unsur utama, yaitu ruh, jasad, akal, nafsu, dan hati. Kelima aspek tersebut perlu dirawat secara seimbang, dan pencak silat menjadi salah satu sarana efektif untuk membentuknya. “Pagar Nusa harus menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia. Terus berinovasi dan jaga nama baik Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang berkhidmat untuk bangsa dan negara,” tuturnya. Ketua MUI Bangkalan itu juga mendorong agar Pagar Nusa UTM aktif berinteraksi dengan berbagai komunitas kampus guna menumbuhkan semangat dakwah yang positif dan inklusif.  

Sementara Ketua Umum Pagar Nusa UTM, Muhammad Hanif, menegaskan komitmennya untuk menjadikan organisasi sebagai pusat kaderisasi unggul sekaligus lumbung prestasi. Ia memaparkan sejumlah fokus utama kepengurusannya, meliputi penguatan identitas dan nilai-nilai Aswaja, peningkatan prestasi sebagai tradisi organisasi, kaderisasi yang terstruktur, pengembangan gerakan sosial dan pengabdian, serta penguatan branding di era digital.

“Pagar Nusa UTM bukan sekadar organisasi, melainkan rumah perjuangan. Kita bergerak dengan satu komando, satu tujuan, dan satu semangat untuk membawa nama baik UKM, kampus, dan Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar